Meme Puasa: Kearifan Internet untuk Ramadhan di Kala Pandemi

      Comments Off on Meme Puasa: Kearifan Internet untuk Ramadhan di Kala Pandemi

Asyik, bulan puasa tetap datang tahun ini meski pandemi sedang melanda seluruh negeri. Bak obat yang datang dengan segala khasiatnya, Ramadhan tahun ini dipercaya untuk menjadi kunci agar Indonesia kembali bersemi. Maka, bukan sebuah kesalahan bagi muda-mudi untuk mencari banyak cara, guna menumbuhkan semangat di bulan nan suci. Mulai dari kreasi nada sahur, ragam takjil nyentrik, ucapan Ramadhan berbau indie, hingga meme puasa pun jadi alternatif tersendiri.

Bicara tentang meme, adalah bicara tentang kekreativitasan dan daya nalar yang sering out of the box, alias enggak nyambung. Meme bisa sangat eksklusif, hanya bisa dinikmati sebagian orang. Tapi terkadang juga bisa sangat general. Yang jelas, ketika meme yang dapat menggambarkan suatu kejadian umum secara atraktif terlahir, maka penyebarannya di dunia maya tak akan dapat dibendung.

Menurut sejarahnya, meme pertama kali diperkenalkan ke dunia olah oleh seorang evolutionist barat bernama Richard Dawkins di dalam bukanya, The Selfish Genre. Menurut sang pencetus, meme adalah sebuah gagasan, perilaku dan gaya menyebar yang terjadi dalam suatu kebudayaan. Oleh sebab itu, karakter dari sebuah meme haruslah “viral” alias menyebar dengan sangat cepat.

Namun definisi dari sang ahli tentu terlalu luas dan general bagi meme yang biasa kita temui di internet. Oleh sebab itu, definisi baru tentang meme ini ditulis ulang sebagai sebuah konsep sederhana atau ide yang mengekspresikan suatu cerita melalui konten yang tersebar di internet. Oleh sebab itu, bentuk meme sangatlah beragam, bisa jadi gambar, foto, video, GIF, frasa dan kalimat, lagu, tokoh fiksi, dan masih banyak lagi. Asal tidak tersusun kompleks dan dapat menjelaskan sebuah kejadian, maka karya tersebut bisa dianggap meme.

Baca Juga :  4 Cara Cerdas Memilih Ransel untuk Pria Tampan

Apakah foto probadi yang kita gambar dan kita edit bisa disebut meme? Belum tentu. Syarat sah sebuah karya bisa disebut meme, kembali pada kata kunci: viral. Jadi untuk membuat meme, sebuah gambaran konsep tersebut harus diterima masyarakat dan tersebar di dunia maya melalui media sosial. Dan yang unik adalah, bisanya kita enggak pernah tahu siapa pembuat, pengunggah, dan penyebar meme sebelum meme tersebut sampai di layar smartphone kita. Jadi tidak serratus persen salah kalau ada yang mengibaratkan meme seperti kentut dalam keramaian. “Enggak tahu datangnya dari mana, tapi begitu luas dampaknya”.

Oleh sebab itu, memanfaatkan meme untuk meramaikan dan kembali meningkatkan gairah di bulan puasa adalah ide yang tidak salah. Bukan ide terbaik, tapi bukan juga yang terburuk. Dengan meme, kita bisa tetap mewaraskan kepala, meski pandemi sedang mengintai di seluruh penjuru negeri. Dengan banyaknya fenomena sosial yang belakangan ini menarik perhatian khalayak umum di Indonesia, adalah kesempatan emas bagi penggiat meme sebagai sumber inspirasi. Mulai dari himbauan pemerintah untuk di rumah saja, hingga larangan bermudik, semuanya bisa dijadikan meme.

Coba simak beberapa meme berkaitan dengan Ramadhan dan Corona di Indonesia yang bisa kamu gunakan sebagai inspirasi berikut (diambil dari situs 1cak.com):

  1. Setan ketika tahu kalian sibuk meratapi nasib karena lockdown saat Ramadhan be like:

  1. Buka puasa bareng di masa pandemi:

  1. Ekspresi kamu membayangkan bulan Ramadhan yang bakal beda dari yang sudah-sudah:

  2. Pengusaha kue online yang menjamur:

  1. Doa Bersama ya kawan, biar Covid-19 segera pergi!

Itulah sedikit tentang meme, dan bagaimana kamu bisa ikut memeriahkan Ramadhan menggunakan meme dengan memanfaatkan fenomena sosial di tengah pandemi seperti saat ini. Jadi, kira-kira seperti apakah meme lebaran jika wabah pandemi belum juga teratasi?

Baca Juga :  Berbagai Layanan yang Terdapat di BNI Call Center