Perbedaan Corona dan Flu Yang Wajib Kamu Ketahui!

      Comments Off on Perbedaan Corona dan Flu Yang Wajib Kamu Ketahui!

Saat ini masyarakat luas sedang dilanda kekhawatiran oleh sebuah pandemi bernama COVID-19, atau di Indonesia biasa dikenal dengan wabah corona. Pasalnya, gejala awal dari penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 ini sangat mirip dengan flu biasa. Sementara flu biasa dapat sembuh dengan mudah, corona dapat berakibat fatal. Lantas, apa perbedaan corona dan flu?

Flu dan corona merupakan penyakit akibat infeksi virus yang terjadi di saluran pernapasan manusia. Dengan karakteristik virus yang agak mirip, tak heran bahwa gejala awal dari kedua infeksi ini sangat sulit dibedakan. Dalam artikel ini akan dijelaskan perbedaan baik dari segi gejala dan pengobatan agar masyarakat kita semakin teredukasi dan tidak panik dalam pandemi ini.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa flu berasal dari golongan virus rhinovirus, yang menyebar dari manusia ke manusia. Sedangkan corona atau COVID-19 berasal dari infeksi virus dari golongan coronavirus yang biasa ditemukan di hewan. Namun dalam kasus saat ini, virus corona bisa dengan mudah bertansmisi dari manusia ke manusia lainnya.

Perbedaan gejala flu dan corona

  • Flu biasa

Flu biasa terjadi ketika rhinovirus mulai menginfeksi saluran pernapasan manusia hanya dengan waktu inkubasi sekitar dua hari. Pada kasus yang umum, gejala paling banyak dirasakan pada bagian hidung dan tenggorokan bagian atas, juga diikuti dengan pusing.

Gejala-gejala yang sering didapatkan ketika pasien positif rhinovirus antara lain:

  • Hidung tersumbat dan berair
  • Bersin-bersin
  • Sakit kepala
  • Batuk berdahak
  • Tenggorokan tidak nyaman
  • Demam ringan
  • Corona

Karena menyerang sistem pernapasan, mirip dengan infeksi oleh rhinovirus, seseorang yang positif corona juga mengalami gejala flu seperti di atas. Namun, COVID-19 lebih sering menunjukkan gejala pada sistem pernapasan bawah.

Baca Juga :  Jangan Lupa Gunakan 5 Rempah Penguat Sistem Imun Tubuh pada Masakanmu

Saat flu lebih sering menyerang anak-anak, virus crona bisa menyerang siapa saja dengan probabilitas infeksi yang sama. Dari anak-anak, ibu hamil, orang dewasa, hingga orang lanjut usia. Namun, tingkat keparahan infeksi sangat bergantung pada kondisi tubuh, di mana orang tua dan penderita penyakit akut akan memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan pemuda dan seseorang yang sehat.

Ada tiga gejala utama yang sering muncul saat seseorang terinfeksi virus corona:

  • Demam tinggi
  • Batuk kering
  • Sesak napas

Beberapa pasien juga bisa mengalami kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan yang sangat mengganggu. Dalam laporan yang lebih jarang, pasien positif corona juga merasakan diare, mual, muntah, dan pilek.

Pada kasus yang parah, corona akan menyebabkan komplikasi yang serius dan dapat berakibat pada kematian, seperti:

  • sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS)
  • pneumonia akut
  • edema pada paru
  • kegagalan fungsi organ-organ tubuh seperti ginjal dan jantung

Pada orang lemah dan lanjut usia, gejala-gejala tersebut dapat terjadi sekitar 12-20 hari setelah terpapar.

Penanganan flu dan corona

Penyakit karena virus dapat dilawan dengan vaksin atau obat-obat tertentu. Namun, karena flu dan corona ternyata infeksi yang berbeda, penanganan dari kedua penyakit ini tidak bisa disamakan. Berikut penanganan medis dari flu dan corona:

  • Flu

Pada umumnya, tanpa tindakan medis tubuh kita dapat melakukan penyembuhan diri dari flu dalam waktu 4-9 hari. Semakin kuat sistem imun seseorang, semakin cepat pula untuk sembuh. Perbanyak minum air putih, makan makanan bernutrisi, serta banyak istirahat dapat membantu proses pemulihan diri dari flu.

Untuk meringankan gejala flu, dokter biasa memberikan obat dengan kandungan chlorpheniramine, pseudoephedrine, paracetamol, atau ibuprofen.

  • Corona
Baca Juga :  Jangan Lupa Gunakan 5 Rempah Penguat Sistem Imun Tubuh pada Masakanmu

Untuk kasus corona, sampai saat ini belum ada vaksin atau obat khusus yang bisa memusnahkan virus tersebut di dalam tubuh pasien. Faktanya, ketika seseorang positif corona dilarikan ke rumah sakit, dokter akan fokus pada menjaga kondisi pasien agar tidak terlalu parah, dan mencegah datangnya komplikasi. Bahkan dalam beberapa kasus, pemberian ibuprofen bagi penderita COVID-19 akan menabah buruk keadaan pasien.

Artikel lain tentang corona dapat dilihat di https://review.bukalapak.com/others/perbedaan-corona-covid19-flu-alergi-111348